Dalam bahasa Arab, terdapat kata hubung atau kata sambung yang disebut dengan Harf. Harf ( حَرْفٌ ) adalah kata-kata yang tersusun atas satu atau beberapa huruf yang tidak dapat berdiri sendiri. Biasanya harf berhubungan dengan dhomir yang digunakan. Harf tidak akan memiliki makna kecuali jika terhubung dengan isim (kata keterangan) seperti mudzakkar dan muannats atau fi’il (kata kerja). Istilah Bahasa Indonesia untuk jenis kata ini adalah ‘kata hubung’ seperti ‘dan’ (وَ), ‘di’ (فِيْ ), atau ‘jika’ (إِنْ ).  Selain digunakan sebagai penghubung antar kata, kata ini juga dapat dipakai sebagai kata tugas.

Jenis-jenis Harf

Terdapat empat jenis harf yang akan dijelaskan dalam artikel ini: Harf jar, ‘athaf, nashab, dan jawazim. Keempat harf ini dibedakan menurut tipe kata yang disandingkan dengannya. Ada yang hanya bersanding dengan fi’il madhi, mudhari dan amar atau isim saja, dan ada pula yang bisa bersanding dengan keduanya. Berikut penjelasannya.

Harf Jar

Harf jar (جَر) adalah huruf atau kata sambung yang hanya dapat bersambung dengan isim. Biasanya harf ini digunakan untuk menunjukkan arah, posisi, perbandingan, dan keterangan waktu suatu benda. Berikut beberapa contoh harf jar dan contohnya:

مِنْ / min = dari

عَنْ / an = dari, tentang

إِلَى / ilaa = ke

عَلَى / alaa = di atas

فِيْ / fii = di dalam

بِ / bi’= dengan, karena

لِ / Li = untuk

كَ / Ka = seperti

حَتَى / Hatta = hingga

Contoh dalam kalimat :

الله دَائِمًا فِي قَلْبِي / Allah dai-i-maan fii qalbii / Allah SWT selalu di hatiku.

أَشْرَبُ بِبُطْءٍ / Asyrabu bibuth-in / Aku minum dengan pelan

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاس / Khayrunnaas anfa’uhum linnaas / Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Harf ‘Athaf

Harf ‘athaf adalah huruf yang dapat disambungkan dengan isim atau fi’il. Biasanya harf ini bersifat menghubungkan dua benda atau dua kalimat majemuk. Kalimat majemuk yang disambungkannya dapat memiliki hubungan setara, urutan, perbandingan, atau sebab-akibat. Berikut contoh Harf ‘athaf:

وَ / wa= dan

فَ / fa = maka

ثُمَّ / tsumma = kemudian

لَكِنْ / lakin = tetapi

لَا / laa = bukan, tidak

Contoh dalam kalimat :

هٰذِهِ حَقِيْبَتِيْ وَحِذَائِي / haadzihi haqibatii wa hida-i / Ini adalah tasku dan sepatuku.

اَنَهَا لَيْسَتْ حَقِيْبَتُك ، وَلَكِنْ لِي / inaha lai-sat haqibatak , walakin lii / Ini bukan tasmu, tapi milikku.

لَا اَفْهَمْ / Laa afham / Saya tidak paham.

 

Harf Nashab

Harf nashab atau nawashib berarti kata sambung yang dipakai untuk menyatakan keterangan tujuan atau peruntukan suatu kata kerja. Huruf ini hanya dapat bersambung dengan fi’il saja. Berikut adalah contohnya:

أَنْ  / an = untuk

لَنْ  / lan = tidak akan

إِذًا  / idza = jika begitu

Contoh dalam kalimat :

وَاِ نِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ اَنْ تَرْجُمُوْنِ   / wa inni ‘udztu birabbi warabbikum an tarjumuwni / Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk merajamku

لَنْ أٌكَرٍرْ ذَلِكَ مَرَةً أُخْرَى / lan ‘ukarir dzalik marotan ‘ukhroo / Aku tidak akan mengulanginya lagi

إِذَا كَان الأَمر كَذَلِك ، سَوْفَ نَذْهَب /  ‘iidza kana al’amr kadzalik , sawfa nadz-hab / Jika begitu, kami akan pergi

 

Harf Jazm

Harf jazm atau harf jawazim mengacu pada kata sambung yang sifatnya ‘negatif’. Kata ganti ini mengacu pada keterangan non-afirmatif, pertanyaan evaluatif, bahkan larangan. Huruf ini hanya dapat bersambung dengan fi’il saja. Berikut adalah contohnya:

لَمْ / lam = belum, tidak

أَلَمْ  / alam’= bukankah

لَا  / laa = jangan

Contoh dalam kalimat :

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ / Lam yalid wa lam yuu lad / Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan

أَلَمْ يَأْتِيْكُمْ نَبَاهُل / Alam ya’tikum nabaahul… / Bukankah telah sampai padamu kabar…

لَا تَغْضَب / Laa taghdhab / jangan marah

 

Leave a Comment