Sesungguhnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini adalah bulan yang seluruh hari-harinya dipenuhi dengan rahmat baik itu siang maupun malamnya. Dan sepuluh terakhir di bulan ramadhan mempunyai keutamaan yang lebih dari pada hari-hari yang lainnya di bulan ramadhan. Oleh karena itu Rasulullah ﷺ dan sahabat – sahabat Beliau, mereka semua mengagungkan sepuluh terakhir di bulan ramadhan dan bersungguh-sungguh lebih banyak dari pada hari-hari lainnya.

Imam Ahmad Rahimahullah dalam musnadnya juga Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan:⁣ ⁣⁣

 : عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ

 ” كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ⁣ “

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.”

(HR. Muslim dan Ahmad)⁣

Adapun keutamaan dalam malam Lailatul Qadr adalah :

  • Lailatul Qadr merupakan malam yang Mulia
  • Pada malam lailatul Qadr, Qur’an diturunkan
  • Malam yang lebih utama dari seribu bulan
  • Malam yang penuh keberkahan
  • Malam ditetapkannya takdir satu tahun kedepan
  • Malam penuh kesejahteraan
  • Malam penuh ampunan
  • Para malaikat turun ke bumi
  • Malam penuh kebaikan
  • Pahala dilipat gandakan
  • dll

untuk mendapatkan keutamaan-keutamaantersebut sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada malam lailatul Qadr, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata :

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى 

“Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (artinya ‘Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”

(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah.)

Leave a Comment