Keshalihan orangtua memiliki dampak yang besar terhadap jiwa anak, karena setiap orangtua merupakan teladan untuk setiap anaknya. Dengan ketakwaan kedua orangtua kepada Allah ﷻ dan mengikuti jalan-Nya, kemudian disertai dengan usaha dan saling membantu antara keduanya, si anak akan tumbuh dengan ketaatan dan tunduk kepada Allah ﷻ. Ditegaskan dalam QS. Ali ‘Imran 3 (Ayat 34) :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنْۢ بَعْضٍ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۚ

“(Sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Namun kadang kita melihat realita tidak sesuai dengan teori ini, itu karena suatu hikmah yang hanya Allah ﷻ yang mengetahuinya seperti agar hati tetap sadar dan waspada serta tetap tunduk kepada Allah ﷻ mengharap karunia anak shalih. Keshalihan bapak moyang juga bermanfaat bagi anak dan keturunan.

Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab al-Ishabah, diriwayatkan oleh Ibnu Syahin :

Bahwasannya Haritsah bin an-Nu’man radhiallahu ‘anhu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang saat itu sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Dia langsung duduk dan tidak mengucapkan salam. Jibril berkata, “Orang ini, kalau dia mengucapkan salam, tentu kami akan membalas salamnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Jibril, “apakah engkau mengenalnya?” Jibril menjawab, “Ya, dia termasuk delapan puluh orang yang teguh dan bersabar pada perang Hunain. Rezeki mereka dan rezeki anak-anak mereka atas surga berada disurga.”

Dalam Husnul Uswah nomor 94, al-Qurthubi mengutarakan:

Said bin Musayyib berkata, “Sewaktu shalat, aku teringat anakku, maka aku tambahkan shalatku. Karena telah diriwayatkan bahwa Allah menjaga orang shalih berikut tujuh keturunannya.” Demikianlah yang ditunjukan oleh firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Al-A’raf 7 (Ayat 196) :

اِنَّ وَلِيِّ يَ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْـكِتٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ

“Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an). Dia melindungi orang-orang saleh.”

Oleh karena itulah salah seorang yang shalih mengatakan. “Wahai anakku, sesungguhnya aku banyak mengerjakan shalat adalah untukmu.”

Ini merupakan bukti atas kerasnya usaha para ulama salafus-shalih untuk mendapatkan anak yang shalih. Semoga Allah ﷻ memberi karunia kepada kita semua berupa anak yang shalih. Sesungguhnya Allah  ﷻ Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan doa.

Referensi artikel dari buku Prophet Parenting karya DR. Muhammad Nur Abdul Hafidz Suwaid

Comments to: Pengaruh Keshalihan Orangtua terhadap Anak

Your email address will not be published. Required fields are marked *