Dalam mempelajari bahasa Arab, kamu akan menemukan istilah ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu balaghah, ilmu ma’ani, ilmu bayan, ilmu badi’, dll. Dari sekian banyak cabang ilmu dalam bahasa Arab terdapat 2 ilmu dasar yang wajib dipelajari yakni ilmu nahwu dan ilmu sharaf.

Ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari struktur (susunan kalimat dan harakat) yang benar dalam bahasa Arab, sedangkan ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata ke bentuk lain. Atau bisa dipahami juga jika ilmu sharaf menyediakan kata-katanya, maka ilmu nahwu memberikan kita kaidah bagimana menusun kalimat yang benar, termasuk cara memberi harakat yang benar.

Berikut contoh bahasannya :

Zaid telah menolong / nashoro Zaidun / نَصَرَ زَيْدٌ

  • Kenapa kata pertama adalah نَصَرَ dan selanjutnya زَىْدٌ?
  • Kenapa زَىْدٌ memiliki harakat akhir dhammah tain ( ٌ )? Mengapa bukan kashrah tain atau fathah tain sehingga menjadi نَصَرَ زَيْدٍ atau نَصَرَ زَيْدً?

Jawaban untuk pertanyaan diatas akan kamu temukan jika kamu mempelajari ilmu nahwu. Karena penentuan susunan kalimat dan harakat merupakan ilmu nahwu.

  • Kenapa yang dipilih adalah kata نَصَرَ (Orang ke-3 tunggal laki-laki, dia) ? padahal kata ini memiliki 14 bentuk; نَصَرْتُ (Saya), نَصَرْتَ (Kamu), dll.

Dan untuk jawaban pertanyaan diatas akan kamu temukan jika kamu mempelajari ilmu sharaf, karena penentuan perubahan bentuk kata masuk dalam ilmu sharaf.

Dari contoh pertanyaan – pertanyaan diatas, dapat dengan mudah kita pahami yaaa perbedaan mendasar dari ilmu nahwu dan ilmu sharaf. InsyaAllah untuk jawaban-jawabannya akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

Wallahu a’lam bishawab.

Referensi artikel dari buku Ilmu Nahwu karya Syekh Muhammad Araa’ini dan buku Ilmu Sharaf karya K.H. Moch. Anwar

Leave a Comment